Senin, 11 Agustus 2014

Ketenangan Jiwa Dengan Zakat dan Sedekah

Hati manusia akan merasa gelisah, jika terlalu sering memikirkan kebutuhan hidup didunia tanpa ingat bekal setelah kita mati. Kita harus punya tujuan hidup untuk beribadah kepada Allah bukan untuk menyamai kekayaan tetangga atau harus kelihatan lebih kaya di banding tetangga, karena dunia jika dikejar gak bakalan kita merasa puas. Semakin kuat memikirkan dunia atau kaya di dunia, pikiran semakin galau dan akan berbuat atau mencari Rejeki tidak lagi memikirkan Halal dan Haram.
Zakat yang merupakan salah satu rukun Islam, juga ibadah yang membersihkan jiwa. Zakat ini akan dapat membersihkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil, serta membersihkan diri dari dosa-dosa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلاَتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan (jiwa) mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya, doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Qs. at-Taubah/9: 103).
Setelah menunaikan Zakat dan di tambah dengan sedekah kepada fakir miskin, hati kita akan merasakan ketenangan dan kebahagian hidup, apalagi jika kita saat memberi kepada fakir miskin bisa sekalian bertanya tentang kehidupan sehari harinya, maka akan menambah rasa syukur kita kepada Allah.