Jumat, 08 Agustus 2014

Orang Istimewa Harus Tetap Rendah Diri

orang istimewa jarang minta diistimewakan, Rasulullah misalnya | orang yang minta diistimewakan, biasanya malah nggak istimewa

maka sangat penting bagi kita | untuk nggak merasa sok penting

hal berat yang saya rasakan sebagai pendakwah dan penulis | dikenal dan diketahui orang, padahal saya sangat menikmati jadi "nobody"

menjadi "bukan siapa-siapa" itu enak, kemana-mana mudah, nggak ada beban | bagi saya bila lalu diistimewakan, malah buat merinding

kesannya, diistimewakan padahal ilmu kita cetek, dianggap hebat padahal kita bodoh | Rasulullah saja tidak mau diistimewakan oleh sahabat

enaknya, mengistimewakan orang lain, apalagi orang berilmu | melayani guru-guru, nah, yang itu justru kehormatan, buat hati tenang :D

nyopirin ustadz @mfatihkarim, jadi mc-nya ustadz @Hafidz_AR1924| justru jadi kenikmatan tersendiri :D

saat kita meminta atau ingin diri kita diistimewakan, hati-hati | jangan-jangan benih sombong sudah mulai bertunas, hati-hati

mendadak kangen orang-orang yang punya skill tapi nggak minta diistimewakan >> kakek tertua @JamilAzzaini dan kakak pertama @JayaYEA:)

belajar juga dari @teukuwisnu2, ganteng kayak saya tapi nggak sok ngartis | masih mau belajar, masih mau memahami Islam

kacuali kalo sama istri kali ya.. minta diistimewakan itu boleh banget.. hehe.. :D | secara itu bagian ibadah gitu loh..

nggak dikenal itu enak, beli barang bisa nawar, kasus saya >> "bu ini berapa?" | 25000 mas.. eh.. ini ustadz yang di tipi ya? | *BatalNawarDeh -_-

nggak ada yang istimewa, selain apa yang diturunkan Allah | maka manusia nggak perlu diistimewakan, kalau ilmu perlu